Unit Bimbingan dan Kaunseling (UBK) SMKBBSB adalah salah satu dari Unit di dalam organisasi sekolah yang penting. Di bawah unit ini bernaung biro-biro seperti Kerjaya, SLAD,PROSTAR dan Pembimbing Rakan Sebaya(PRS). UBK juga memberi perkhidmatan kaunseling kepada pelajar-pelajar serta menganjurkan program-program pembangunan pelajar.

Wednesday, 21 September 2011

Exam dah dekat....tapi belum terlambat untuk bersikap optimistik..



Penulis : Tim AndrieWongso.com
Rating Artikel : 
Selasa, 23-Agustus-2011
Mantan Perdana Menteri Inggris, Winston Churchill, punya kata-kata mutiara yang abadi: A pessimist sees the difficulty in every opportunity, an optimist sees the opportunity in every difficulty. Seorang pesimis melihat kesulitan di setiap kesempatan, seorang optimis melihat kesempatan di setiap kesulitan. Tak ada yang berbeda dari objek yang dihadapi si pesimis dan optimis. Yang ada hanyalah cara pandang yang berlainan. Si optimis memandangnya dengan pikiran positif sedangkan si pesimis dengan pikiran negatif.



Memiliki positive thinking memang harus dibiasakan dan dilatih terus-menerus agar suatu saat kelak akan tumbuh menjadi karakter. Tetapi bagaimana menumbuhkan kebiasaan ini? Kiat berikut bisa berguna.

Afirmasi verbal setiap hari
Saat kita menghadapi suatu masalah atau peluang, ada dua kemungkinan yang bisa dilakukan. Kita merasa bisa mengatasi atau melakukannya, tetapi di sisi lain ragu akan kemampuan kita. Secara teknik, sebenarnya kita sangat mampu mengerjakannya namun ketidakyakinan menarik kita pada sikap yang statis sehingga kita tak melakukan apa-apa.

Menurut sejumlah ahli, cara terbaik mengatasi masalah ini adalah dengan melakukan afirmasi, yaitu mengucapkan kata-kata positif pada diri kita. Di pagi hari selepas bangun tidur, katakan pada diri kita bahwa kita bisa melakukan sesuatu yang kita inginkan. Semacam "Kamu bisa!" atau, "Kamu pasti bisa!" Makin keras ucapan kita makin mampu mempengaruhi bawah sadar kita. Lakukan setiap hari sekitar 10 menit.

Gunakan kata positif
Menggunakan kata-kata positif memiliki pengaruh baik. Seorang ahli bernama Dr. Susan Jeffers mengatakan, "Tak masalah apakah kita percaya pada kata-kata atau tidak, tetapi kata-kata itu mempengaruhi alam bawah sadar kita." Jika kita terbiasa menggunakan kata-kata negatif, hasil negatiflah yang kita dapat. Begitu pun, jika kita selalu menggunakan kata positif hasil positif yang akan kita dapat.

Pasang gambar atau tulisannya
Menempelkan visualisasi apa yang kita inginkan akan memberi dampak positif dalam pencapaiannya. Apa yang ingin kita raih, tempelkan gambar atau kata-katanya. Pandangi setiap ada kesempatan, bayangkan apa yang akan kita rasakan saat bisa meraihnya. Ini akan mendorong timbulnya pikiran-pikiran positif.

Penuhi sekeliling kita dengan citra positif
Citra positif ini bisa berupa poster kata-kata motivasi, foto inspirasi, bahkan tulisan afirmasi untuk meyakinkan diri dalam selembar kartu kecil atau kertas tempel yang mudah dilihat. Karena itu beri hiasan ruangan dengan poster atau foto-foto inspirasi yang bisa menggugah keyakinan kita atau menambah semangat. Sekali waktu saat kita sedang stres, tataplah, atau bacalah sehingga kita akan kembali fokus pada keinginan yang sedang kita kejar.

Sering-sering ucapkan "Terima Kasih"
Rasa syukur akan mempengaruhi pikiran kita. Ucapan "Terima Kasih" akan menerbitkan pikiran positif. Namun berapa kali sehari kita mengucapkan "Terima Kasih"? Kita bahkan mungkin lupa mengucapkan terima kasih ketika misalnya, ditolong orang saat terjatuh. Padahal makin sering berterima kasih, makin terbangun pikiran positif.

Dengarkan uraian motivasional
Mendengarkan paparan motivasional akan membangun pikiran positif. Kita bisa mendengar acara motivasional di radio atau menyetel CD motivasional saat sedang menyetir di perjalanan. Hal akan menjadi semacam "pengisian baterai" untuk mental kita.

Tuesday, 20 September 2011

No problema?


Menyelesaikan masalah memerlukan kemahiran. Kemahiran dipupuk dari apa yang dipelajari melalui pengalaman serta latihan. Pengalaman yang diambil iktibar tidak semestinya pengalaman individu itu sendiri, malahan boleh berdasarkan pengalaman orang lain. Manakala latihan adalah penting bagi mempertajamkan lagi keberkesanan seseorang itu mengatasi sebarang permasalahan dengan lebih segera dan baik.
Menyelesaikan masalah memerlukan individu melalui beberapa langkah. Langkah pertama adalah mengenal pasti masalah sebenar. Langkah kedua, membentangkan opsyen-opsyen yang dirasakan mampu mengatasi masalah tersebut. Langkah ketiga adalah mempertimbangkan dengan teliti kelebihan dan risiko yang bakal berlaku sekiranya setiap opsyen tersebut diguna pakai. Langkah terakhir pula, melaksanakan tindakan atasi masalah menggunakan opsyen yang dipilih. Sudah tentulah pada situasi-situasi tertentu, terdapat langkah-langkah tersebut boleh dilangkaui. Namun begitu, sekiranya kemahiran ini dikuasai, seseorang itu akan mampu melakunya melalui setiap langkah walaupun pada masa yang mendesak.
Masa kini, di zaman yang penuh cabaran era baru, kemahiran menyelesaikan masalah bukan lagi kelebihan individu hebat atau istimewa, tetapi perlu dimiliki oleh semua orang. 

Tepi sikit bloggers semua, blog UBK nak tumpang lalu...


Waaaah! Setelah bertungkus lumus (bertungkus lumus la sangat….) membina blog khas UBK ni, dan masih x siap2. Terima kasih rakan-rakan guru kaunseling yang banyak membantu, melontar idea, memberi tunjuk ajar, berkongsi pendapat yang membina, meluangkan masa serta menyumbang bekalan biskut-biskut raya pelbagai jenis. Kepada bakal pengunjung-pengunjung laman blog ini, diharapkan dapat menimba pengetahuan yang berguna melalui pengisian yang bakal mewarnai blog ini.